ketika kecil, aku selalu mengimpikan menjadi seorang pegawai..
simple, sederhana.. itu yang kuliat dari sosok ayahku.. berangkat pagi buta ketika aku juga berangkat sekolah dan pulang ketika aku sudah tidur di derap kamarku..
akupun tak habis pikir, kenapa aku sangat hormat dan suka pada sosok ayahku..
beliau begitu berwibawa ketika berbicara di depan orang.. kalo bisa ku katakan sih,, diantara semua keluarga besarku yang paling menjadi sorot utama adalah beliau..
aku ingin menjadi sosok ‘seperti ayahku’
simple, sederhana.. itu yang kuliat dari sosok ayahku.. berangkat pagi buta ketika aku juga berangkat sekolah dan pulang ketika aku sudah tidur di derap kamarku..
akupun tak habis pikir, kenapa aku sangat hormat dan suka pada sosok ayahku..
beliau begitu berwibawa ketika berbicara di depan orang.. kalo bisa ku katakan sih,, diantara semua keluarga besarku yang paling menjadi sorot utama adalah beliau..
aku ingin menjadi sosok ‘seperti ayahku’
dan inilah mengapa aku kuliah di fakultas ekonomi..
aku mencoba menekuninya..
dulu aku yang bodoh di setiap pelajaran akuntansi, hampir setiap guru ekonomi ku berkomentar miring kepadaku..
tak jarang juga nilai ku merah *abaikan
sampai-sampai nilai mid smtr ku gak bisa diucapkan jeleknya...
tapi.. ketika aku kelas tiga semester satu... disitulah aku mendengarkan kata dari salah satu guruku “hidup itu harus lebih baik dari kemarin, jika hari ini kamu tetap sama dengan hari yang kemarin.. maka kamu gagal dan telah membuat DOSA kepada kedua orang tuamu..”
Mungkin kata-akata itu yang masih ku pegang erat sampai aku menginjakkan kaki di kota rantau ini..
mulailah aku berfikir move towards.. keep living on..
aku mencoba menekuninya..
dulu aku yang bodoh di setiap pelajaran akuntansi, hampir setiap guru ekonomi ku berkomentar miring kepadaku..
tak jarang juga nilai ku merah *abaikan
sampai-sampai nilai mid smtr ku gak bisa diucapkan jeleknya...
tapi.. ketika aku kelas tiga semester satu... disitulah aku mendengarkan kata dari salah satu guruku “hidup itu harus lebih baik dari kemarin, jika hari ini kamu tetap sama dengan hari yang kemarin.. maka kamu gagal dan telah membuat DOSA kepada kedua orang tuamu..”
Mungkin kata-akata itu yang masih ku pegang erat sampai aku menginjakkan kaki di kota rantau ini..
mulailah aku berfikir move towards.. keep living on..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar