Artikel

Selasa, 21 Februari 2012

if I was no longer children


ketika kecil, aku selalu mengimpikan menjadi seorang pegawai..
simple, sederhana.. itu yang kuliat dari sosok ayahku.. berangkat pagi buta ketika aku juga berangkat sekolah dan pulang ketika aku sudah tidur di derap kamarku..
akupun tak habis pikir, kenapa aku sangat hormat dan suka pada sosok ayahku..
beliau begitu berwibawa ketika berbicara di depan orang.. kalo bisa ku katakan sih,, diantara semua keluarga besarku yang paling menjadi sorot utama adalah beliau..
aku ingin menjadi sosok ‘seperti ayahku’
dan inilah mengapa aku kuliah di fakultas ekonomi..
aku mencoba menekuninya..
dulu aku yang bodoh di setiap pelajaran akuntansi, hampir setiap guru ekonomi ku berkomentar miring kepadaku..
tak jarang juga nilai ku merah *abaikan
sampai-sampai nilai mid smtr ku gak bisa diucapkan jeleknya...
tapi.. ketika aku kelas tiga semester satu... disitulah aku mendengarkan kata dari salah satu guruku “hidup itu harus lebih baik dari kemarin, jika hari ini kamu tetap sama dengan hari yang kemarin.. maka kamu gagal dan telah membuat DOSA kepada kedua orang tuamu..”
Mungkin kata-akata itu yang masih ku pegang erat sampai aku menginjakkan kaki di kota rantau ini..
mulailah aku berfikir move towards.. keep living on..

kirei san

Akupun sedikit tersentak ketika mengingat sosok itu..
dia begitu mendadak datang dalam mimpiku..
dia hanya tersenyum simpul..
sekejap hilang....
akupun terbangun di heningnya malam...
hanya datang sebentar?? Atau ingin menjemput aku??
akupun terus memikirkan sosok itu..
aku terus berdoa agar beliau tetap bisa tersenyum dan mengulurkan tangannya ketika aku bertemu di akhirat kelak..

Senin, 11 Juli 2011

Bad(ay)

Terdiam..
seakan tak mampu memejamkan mata..
otak terasa di rajam..
tubuh seakan di bakar api akhirat!
langkahku lunglai,, hati mati tatapan kosong!
ada kalanya orang mengatakan "hidup ini bagaikan roda yang berputar, kadang bagiannya diatas dan juga bibawah"
akan tetapi aku merasa saat ini merasa berada di paling bawah pada sisi roda itu!
aku pun belum dapat membuat ayah ibuku tersenyum ke aku, mereka hanya sering mengerutkandahinya di depan aku, akupun tak kuasa menahan beban hidup ini..
"apakah tuhan murka dgn aku saat ini?"
satu pertanyaan yg belum bisa ku jawab, apakah ini cobaan ataupun setilan kecil dari tuhan yang menggertak aku? apakah tuhan maraah?
merenung, dan aku hanya dapat tetap berserah keadaNya...
aku tahu, tuhan sayang aku dan keluargaku