aku tau, tuhan itu maha pendengar
aku tau, tuhan itu maha pengasih
tp, apa yg aku rasakan saat ini berbeda..
rasanya aku seperti manusia yg hina dan tak berguna..
sial.. sial..
kenapa engkau ciptakan aku bila engkau selalu membuatku tertekan?
kenapa engkau ciptakan aku bila engkau selalu membuatku rendah dimata orang?
aku bukannya mengeluh bahkan berniat “quit” dari dunia ini!
sungguh-sungguh lebih hina dan menjijikan!
my dad said “u can make ur dream come true, if u can make “chances n changes” n finally u can finish it!”
i think it’s a damn quotes.., but now, i conscious! Very very conscious..
kata kata itu seperti menampar aku yg lemah ini..
aku meremehkan hal itu karena aku belum mengerti dimana aku berada sekarang dan akhirnya aku merasakan kerasnya kehidupan yang ku arungi...
tak semudah menggerakan jari jemari yang lentik..
yang dahulu di timang dan sekarang menjadi seseorang yang secara gamblang menyatakan dirinya merasa “lemah”
ya.. lemah..
tuhan telah membuatku lemah?
salah!! Nyatanya diriku sendiri yang membuatku lemah!
betapa bodohnya.. dan lebih bodoh ketimbang seekor keledai yg jatuh berulang kali di lubang yg sama!
bahkan, mungkin tidak ada orang yg mau menolong karena sudah jijik dengan melihatnya saja..
selayaknya.. tuhan pun juga tidak mau menolong..
jika begini, layakkah di katakan manusia paling hina?
nasi layaknya sudah menjadi bubur..
di kembalikan bakal tidak bisa, di teruskan malah membuat kehancuran..
akan tetapi takdir akan menjawabnya!
usaha? Sangat diperlukan?
pertanyaan yg sulit di jawab..
bnyak orang dgn gembor2 mengatakan “ikutilah arah aliran air, maka kmu akan mndapatkan muaranya!”
apakah harus mngikuti arah aliran itu? Tdk bisakah kita melawan arah aliran itu?
membuat hal yg berbeda, menjadi pribadi yg memang menjadi asli dirinya?
mungkin, ini hanya keluhan, keluhan yang bermuara dengan kata “sampah”
ya,, sampah,
mungkin lebih rendah dari sampah!
“doamu akan menjadi jimatku”
#rakaquotes